Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah. Pada semester ganjil 2024/2025, Kelompok 57 PMM Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan kegiatan ekstrakurikuler bahasa Inggris di SD Aisyiyah Kota Malang dengan metode dialogic reading. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahasa Inggris melalui pembacaan interaktif menggunakan buku digital. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa pertemuan dengan topik berbeda setiap sesi, melibatkan berbagai aktivitas seperti pembacaan buku, diskusi kelompok, permainan kuis, hingga lembar kerja interaktif.
Pembahasan
Persiapan dan Penyusunan Kurikulum Dialogic Reading
Sebelum kegiatan ekstrakurikuler dimulai, tim Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan serangkaian persiapan yang matang untuk memastikan efektivitas pembelajaran berbasis dialogic reading di SD Aisyiyah Kota Malang. Perancangan kurikulum ini melibatkan diskusi mendalam mengenai materi yang akan diajarkan, strategi pembelajaran yang diterapkan, serta penyusunan sumber daya pendukung yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di sekolah mitra, tim PMM menyusun rencana pembelajaran yang mengadopsi pendekatan interaktif dan berbasis digital, mengingat metode dialogic reading menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memahami materi melalui interaksi langsung dengan teks bacaan. Tim memilih topik yang dekat dengan dunia anak-anak, yaitu hewan, untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran. Setiap pertemuan dirancang secara sistematis dengan tahapan pembelajaran yang mencakup pengenalan materi, sesi membaca interaktif, eksplorasi kosakata, hingga diskusi reflektif untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap isi bacaan.
Dalam menunjang efektivitas program, tim PMM menyiapkan buku bacaan digital yang telah disusun secara khusus agar sesuai dengan metode dialogic reading. Buku-buku ini berisi teks cerita dan dilengkapi dengan ilustrasi yang mendukung pemahaman visual siswa. Tim turut mengembangkan serangkaian lembar kerja yang disesuaikan dengan materi tiap pertemuan, seperti latihan mengisi bagian kosong pada anatomi hewan, kuis pencocokan kosakata, serta latihan membaca dengan pelafalan yang benar. Penyusunan materi ini dilakukan secara kolaboratif dengan mempertimbangkan aspek kognitif dan linguistik siswa agar mereka mampu mengenali kosakata baru dalam bahasa Inggris dan memahami konteks penggunaannya secara lebih luas.
Pelaksanaan Pertemuan: Interaksi Guru dan Siswa
Kegiatan ekstrakurikuler bahasa Inggris dengan metode dialogic reading di SD Aisyiyah Kota Malang berlangsung secara sistematis melalui serangkaian pertemuan yang telah dirancang dengan cermat. Setiap sesi dimulai dengan sapaan hangat dari fasilitator, diikuti dengan doa bersama serta penyampaian classroom password sebagai bagian dari kebiasaan yang membangun lingkungan pembelajaran yang kondusif. Setelahnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dengan nama hewan, seperti Penguin, Lion, Cat, Butterfly, dan Whale, guna mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan interaksi dalam pembelajaran. Metode dialogic reading diterapkan dengan membaca buku digital secara interaktif, di mana fasilitator membacakan cerita dan mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengasah daya pikir kritis siswa.
Selain pembacaan interaktif, sesi pembelajaran mencakup eksplorasi kosakata baru yang diintegrasikan secara natural dalam percakapan. Setiap kata kunci dalam teks bacaan dijelaskan secara kontekstual dengan bantuan ilustrasi dan demonstrasi langsung oleh fasilitator. Misalnya, dalam sesi yang membahas unta (camel), siswa diperkenalkan pada kosakata seperti hump (punuk), eyelashes (bulu mata), dan desert (gurun), yang kemudian diperdalam melalui latihan pengucapan serta diskusi kelompok. Pendekatan ini memperkaya kosakata siswa dan membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penggunaan kata dalam kalimat. Pada akhir sesi, siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta berbagi kesan mereka terhadap materi yang telah dipelajari. Dengan metode pembelajaran yang berpusat pada interaksi dan partisipasi aktif ini, proses belajar bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan dan efektif bagi para siswa di SD Aisyiyah Kota Malang.
Kegiatan Interaktif: Kuis dan Lembar Kerja
Sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, setiap pertemuan dalam kegiatan dialogic reading di SD Aisyiyah Kota Malang diakhiri dengan sesi kuis dan lembar kerja interaktif. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk evaluasi pemahaman dan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif. Sesi kuis disajikan dalam bentuk permainan digital yang interaktif, memungkinkan siswa untuk menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat melalui sistem match-up atau pilihan ganda. Dengan pendekatan ini, siswa dapat mengulang kembali materi yang telah dibahas dalam suasana kompetitif yang sehat. Adanya hadiah kecil bagi siswa dengan skor tertinggi memberikan motivasi tambahan bagi mereka untuk lebih antusias dalam berpartisipasi.
Selain kuis digital, siswa diberikan lembar kerja yang berisi berbagai aktivitas edukatif yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Misalnya, dalam sesi pembelajaran tentang nyamuk (mosquito), siswa diminta untuk mengisi bagian kosong dari ilustrasi anatomi nyamuk serta mencocokkan gambar dengan kosakata yang sesuai. Sementara itu, dalam sesi tentang unta (camel), mereka mengerjakan lembar kerja yang mengajak mereka untuk mewarnai serta mengidentifikasi bagian tubuh unta dalam bahasa Inggris. Metode ini membantu siswa dalam memahami konsep secara visual dan mendorong keterampilan motorik halus serta daya ingat mereka terhadap kosakata yang telah diperkenalkan. Lembar kerja ini dirancang secara sistematis agar dapat diakses oleh semua siswa dengan berbagai tingkat pemahaman, sehingga memastikan bahwa setiap individu mendapatkan manfaat maksimal dari proses pembelajaran.
Evaluasi dan Penutupan Kegiatan
Sebagai langkah akhir dalam rangkaian kegiatan dialogic reading di SD Aisyiyah Kota Malang, sesi evaluasi dilaksanakan untuk mengukur efektivitas metode pembelajaran yang telah diterapkan serta menilai perkembangan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pengulangan kuis dari sesi sebelumnya, diskusi reflektif bersama siswa, serta analisis hasil lembar kerja yang telah mereka selesaikan. Dalam sesi ini, fasilitator mengajukan pertanyaan terbuka kepada siswa untuk mengukur sejauh mana mereka memahami konsep-konsep yang telah dipelajari, seperti kosakata baru, struktur kalimat sederhana dalam bahasa Inggris, serta keterampilan membaca dan berbicara. Fasilitator mengamati partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbagi kesan mengenai pengalaman belajar selama program berlangsung.
Sebagai bagian dari evaluasi, tim PMM melakukan refleksi internal guna menilai efektivitas metode pengajaran yang telah diterapkan. Diskusi antara fasilitator membahas kendala yang dihadapi selama pelaksanaan, seperti perbedaan tingkat pemahaman siswa, keterbatasan waktu dalam setiap sesi, serta strategi terbaik untuk meningkatkan interaksi di dalam kelas. Analisis terhadap hasil lembar kerja siswa menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan program. Dari hasil evaluasi ini, ditemukan bahwa metode dialogic reading berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama dalam hal pengenalan kosakata dan pemahaman terhadap teks bacaan sederhana. Namun, tim mencatat beberapa aspek yang dapat ditingkatkan, seperti penggunaan media visual yang lebih interaktif dan strategi untuk mengakomodasi siswa dengan tingkat pemahaman yang lebih beragam.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi siswa, sesi penutupan kegiatan dirancang dengan suasana yang menyenangkan dan penuh semangat. Siswa yang menunjukkan antusiasme tinggi selama program diberikan penghargaan kecil sebagai bentuk motivasi. Fasilitator dan siswa bersama-sama menyanyikan kembali lagu-lagu edukatif yang telah diajarkan dalam pertemuan sebelumnya, menciptakan momen kebersamaan yang berkesan. Tidak hanya itu, siswa diberikan kesempatan untuk menuliskan kesan dan pesan mereka terkait program ini, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi tim PMM dalam mengembangkan program serupa di masa mendatang. Suasana penutupan yang penuh semangat ini menjadi bukti bahwa kegiatan dialogic reading tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri serta semangat belajar siswa.
Dengan berakhirnya program ini, diharapkan bahwa pendekatan dialogic reading dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari kurikulum ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Tim PMM mengajukan rekomendasi kepada sekolah mitra untuk mempertimbangkan integrasi metode ini dalam kegiatan pembelajaran reguler, mengingat manfaatnya yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa. Kerja sama antara pihak sekolah dan mahasiswa pengabdi diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk program-program serupa yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak.
Penutupan
Pelaksanaan program dialogic reading dalam kegiatan ekstrakurikuler bahasa Inggris di SD Aisyiyah Kota Malang berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa. Dengan perencanaan yang matang, metode pembelajaran berbasis interaksi, serta kombinasi antara teknologi digital dan aktivitas edukatif, siswa memperoleh kosakata baru, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan, terutama jika diintegrasikan dalam kurikulum sekolah secara lebih luas.[]
Penulis :
Rezky Amalia Adha, Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang