![]() |
(Foto/Ilustrasi) |
Pendidikan karakter di Indonesia menjadi salah satu berita hangat di kalangan Masyarakat. Di tengah tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, pentingnya pendidikan karakter semakin terasa. Pendidikan karakter bukan hanya sekadar menanamkan nilai-nilai moral, tetapi juga berfungsi untuk membentuk pribadi yang unggul, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Pendidikan sendiri merupakan salah satu elemen fundamental dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan sebagai sarana untuk menimba ilmu pengetahuan, namun tidak hanya itu Pendidikan juga sebagai sebagai alat untuk menggali keterampilan dan sarana untuk membentuk karakter, membangun nilai-nilai moral, dan mempersiapkan individu agar siap menghadapi tantangan kehidupan. Pendidikan berperan sebagai pilar utama dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya suatu bangsa.
Secara sederhana, pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses pengajaran, pembelajaran, dan pelatihan yang dilakukan untuk mengembangkan potensi manusia. Melalui pendidikan, seseorang tidak hanya diajarkan untuk memahami dunia sekitar, tetapi juga untuk menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, serta berkontribusi secara positif terhadap masyarakat.
Tujuan utama pendidikan adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, berpikir kritis, serta memiliki keterampilan yang diperlukan untuk hidup secara mandiri dan bertanggung jawab. Selain itu, pendidikan juga bertujuan untuk membentuk karakter dan budi pekerti yang baik, yang akan mengarah pada terciptanya masyarakat yang harmonis dan beradab.
Pendidikan karakter untuk membentuk pribadi yang unggul perlu mengedepankan kualitas pengajaran yang unggul bagi peserta didik. Kualitas pembelajaran yang unggul guna untuk membentuk setiap peserta didik memiliki kepribadian yang baik, tanggung jawab, empati, serta nilai-nilai moral dan etika yang kuat. Maka dari itu, pembentukan karakter harus menjadi bagian dari sistem pendidikan yang unggul. Di dalam pendidikan yang unggul, penanaman nilai-nilai karakter dimulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.
Di sekolah-sekolah, misalnya, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan pada setiap mata pelajaran, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional peserta didik. Pendidikan karakter melibatkan pengajaran nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan.
Peran guru sangat di butugkan dalam Pendidikan karakter ini. Sebagai pendidik, guru bukan hanya bertugas untuk mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat-sifat positif seperti kesabaran, ketegasan, kejujuran, dan integritas harus tercermin dalam sikap dan perilaku guru, karena siswa meniru apa yang mereka lihat dari orang dewasa di lingkungan sekitar mereka. Selain itu, guru juga perlu menerapkan pembelajaran karakter dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan. Misalnya, dalam mata pelajaran matematika, dengan menggunakan konsep-konsep rumus, guru dapat menekankan pentingnya ketekunan dan kejujuran dalam mencari solusi dari masalah yang dihadapi.
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, guru dapat mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi dengan baik dan penuh rasa hormat kepada orang lain, terutama pada orang yang lebih tua. Model pembelajaran karakter tersebut akan menciptakan suasana belajar yang tidak hanya mengedepankan aspek akademik, namun juga mengajarkan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter peserta didik.
Lingkungan pendidikan juga sangat berperan dalam pembentukan karakter. Sekolah-sekolah harus menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter, melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang membangun rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Biasanya di terapkan melalui kegiatan bakti sosial, penggalangan dana untuk korban bencana, atau kegiatan yang mengajarkan pentingnya kerjasama tim dan kepemimpinan.
Nilai sosial yang ada pada kegiatan yang di terapkan sekolah tersebut tidak hanya memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara pribadi, tetapi juga mengajarkan mereka untuk memahami pentingnya berbagi, tolong-menolong, dan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Dengan mengembangkan rasa solidaritas dan empati, peserta didik akan lebih siap untuk menghadapi tantangan sosial dan menjadi individu yang berkontribusi positif dalam Masyarakat di sekitarnya.
Teknologi di era digital sangat memberikan pengaruh dalam dunia pendidikan. Teknologi dapat membamtu peserta didik menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru. Tidak hanya itu, peserta didik dapat mengakses berbagai materi yang mungkin belum di mengerti, mreka juga dapat menjadikan media sosial untuk mengaplikasikan nilai-nilai positif dan mengakses berbagai informasi yang tersedia. Namun, di balik kemudahan akses yang di berikan oleh teknologi, terdapat beberapa tantangan tersendiri dalam hal pembentukan karakter pada peserta didik.
Pada media sosial, peserta didik dapat menjadikan media sosial menjadi sarana untuk menyebarkan ujaran kebencian atau informasi yang tidak bertanggung jawab. Pendidikan karakter harus mampu mengajarkan siswa untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak. Guru perlu memberikan pemahaman tentang etika dalam dunia maya, bagaimana cara berkomunikasi yang baik, dan pentingnya berpikir kritis sebelum mempercayai informasi yang tersebar di internet. Dengan demikian, pendidikan karakter yang berbasis teknologi dapat membantu siswa menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab dan beretika.
Pendidikan sangat penting dalam salah satu aspek kehidupan masyarakat. Generasi suatu bangsa di bangun melalui pendidikan, khususnya pendidikan karakter. Peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang memiliki karakter yang baik, tanggung jawab, dan empati.
Meskipun sistem pendidikan di banyak mengalami beberapa tantangan, dengan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan, dan guru, maka dapat menjadi sarana dalam membentuk karakter melalui Pendidikan yang unggul. Dengan pendidikan yang unggul, kita dapat mencetak generasi yang unggul, siap menghadapi tantangan dunia, serta berkontribusi pada kemajuan masyarakat dan bangsa.[]
Penulis :
Aqila Anzili Rohmah, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga