Notification

×

Iklan

Iklan

Jathilan Ritual Adat atau Pertunjukan Mistis?

Kamis, 26 Desember 2024 | Desember 26, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-12-26T04:39:18Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

Salma Nurarifa Syahrani (Foto/IST)

Ritual adat merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita. Di setiap gerakan dan ucapan dalam ritual adat, tersimpan makna mendalam yang berkaitan dengan kepercayaan, nilai-nilai sosial, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Sejak zaman dahulu, manusia telah melakukan ritual sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang lebih tinggi  dan sebagai upaya untuk mengendalikan alam. Di Indonesia, ritual adat memiliki beragam bentuk dan makna, yang mencerminkan kekayaan budaya bangsa.


Pertunjukan mistis memiliki peran yang sangat dalam didalam sejarah manusia. Sejak zaman dahulu, manusia telah melakukan ritual-ritual untuk berkomunikasi dengan alam semesta. Pertunjukan mistis seringkali untuk memperkuat ikatan sosial, menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, serta memelihara tradisi. Pertunjukan mistis juga didasarkan pada kepercayaan bahwa ada kekuatan-kekuatan gaib yang mempengaruhi kehidupan manusia. Kekuatan-kekuatan ini bisa berupa roh leluhur, atau jejak spiritual lainnya. 


Setiap gerakan, kostum, atau properti yang digunakan memiliki makna yang sangat dalam dan berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, pertunjukan mistis mengalami berbagai perubahan yang terjadi secara bertahap. Ada yang tetap mempertahankan tradisi aslinya, namun ada juga yang mengalami adaptasi untuk memenuhi kebutuhan zaman modern. Akulturasi budaya menyebabkan terjadinya proses penciptaan budaya baru dalam pertunjukan mistis. Unsur-unsur dari berbagai agama dan kepercayaan seringkali bercampur tangan dalam suatu pertunjukan.


Jathilan merupakan salah satu kesenian yang saat ini masih dilestarikan dibeberapa daerah di Jawa, Jathilan bukan hanya sekedar tarian, tetapi juga merupakan bentuk ekspresi spiritual yang mendalam. Jathilan biasanya diiringi dengan gamelan, iringan gamelan menimbulkan gerakan perlahan dan halus dapat membawa pendengar pada sebuah perjalanan emosional yang mendalam. Interaksi antara ritme dan melodi dalam gamelan menciptakan sebuah suara yang unik dan menenangkan, yang mampu menghipnotis pendengar dan membawanya ke dalam sebuah keadaan diluar batasan alam semesta. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, memperlihatkan tentang kekuatan hipnotis ritme dan melodi. Musik gamelan, dengan instrumen perkusinya yang khas dan melodi yang lembut namun kompleks, telah memikat hati pendengar selama berabad-abad.


Selain ritme, melodi gamelan juga memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan efek hipnotis. Melodi gamelan dengan tangga nada yang khas, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Melodi bergerak perlahan dan halus dapat membawa pendengar pada sebuah perjalanan emosional yang mendalam. Interaksi antara irama dan melodi dalam gamelan menciptakan sebuah harmoni yang unik dan menenangkan, yang mampu menghipnotis pendengar dan membawanya ke dalam sebuah keadaan diluar dugaan. Ritme-ritme dinamis dalam gamelan seperti, gendang, saron, dan bonang menjadi penggerak utama dalam tarian Jathilan. Irama yang cepat dan bertenaga akan memicu gerakan yang lincah dan energik, sementara irama yang lambat dan lembut akan menghasilkan gerakan yang halus dan anggun. 


Melodi gamelan yang khas, mampu menyampaikan berbagai emosi. Keindahan pertunjukan Jathilan terletak pada keselarasan antara irama gamelan dan gerakan penari. Setiap gerakan tangan, kaki, dan tubuh penari harus mengikuti irama musik dengan tepat. Jathilan seringkali mengangkat cerita-cerita rakyat Jawa yang sarat dengan nilai-nilai moral dan filosofi hidup. Gamelan berperan penting dalam menghidupkan cerita-cerita tersebut melalui iringan musik yang dramatis. Dalam beberapa pertunjukan Jathilan, terdapat unsur kesurupan. Gamelan dipercaya memiliki kekuatan sihir yang dapat memberikan sarana yang berada dibawah naungan nilai nilai ketuhanan dan keyakinan yang dianut oleh seseorang. 


Baik gamelan maupun Jathilan memiliki akar yang kuat dalam kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat Jawa. Keduanya sering dikaitkan dengan kekuatan alam dan roh-roh halus, panggung dan kostum dalam pertunjukan Jathilan juga semakin kreatif dan inovatif, sehingga mampu menarik minat penonton dari berbagai kalangan. Salah satu fenomena yang paling menarik dalam pertunjukan Jathilan adalah peristiwa kesurupan. Para penari, terutama mereka yang berperan sebagai kuda, seringkali mengalami kesurupan roh halus. Dalam keadaan kesurupan, para penari akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak biasa dan mengeluarkan suara-suara yang aneh. 


Fenomena ini dipercaya sebagai bentuk komunikasi antara dunia manusia dan dunia roh. Jathilan dengan simbolisme dan makna spiritual, kuda yang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan ini melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebebasan. Gerakan-gerakan tarian yang dinamis seringkali diinterpretasikan sebagai simbol perjuangan melawan kekuatan jahat. Selain itu, penggunaan topeng, properti, dan kostum yang unik juga memiliki makna simbolis yang mendalam.


Pertunjukan Jathilan memiliki pengaruh yang kuat terhadap penonton. Irama musik yang menghipnotis, gerakan tarian yang dinamis, dan suasana mistis yang kental dapat memicu berbagai macam emosi pada penonton, mulai dari rasa kagum, takjub, hingga ketakutan. Beberapa penonton bahkan mengalami pengalaman spiritual yang mendalam setelah menyaksikan pertunjukan Jathilan. Jathilan identik dengan fenomena kerasukan atau kesurupan yang membuat pertunjukannya menjadi lebih dramatis dan menarik. Unsur mistis ini memberikan pengalaman yang unik bagi penonton, seolah-olah mereka sedang menyaksikan interaksi antara dunia manusia dan dunia roh. 


Gerakan tarian dalam Jathilan sangat ekspresif dan penuh energi. Para penari seringkali melakukan gerakan yang tidak biasa, seperti melompat-lompat, berguling-guling, atau bahkan menggigit benda-benda tajam. Gerakan-gerakan ini sangat menarik untuk dilihat dan membuat penonton ikut terbawa dalam suasana pertunjukan. Jathilan merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Jawa. Melalui pertunjukan Jathilan, masyarakat dapat memperkuat rasa kebanggaan terhadap budaya leluhur mereka. Pertunjukan Jathilan biasanya diadakan di tempat terbuka dan dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa dipungut biaya. 


Hal ini membuat Jathilan menjadi hiburan yang terjangkau bagi masyarakat. Jathilan seringkali menjadi bagian dari upacara adat, seperti selamatan atau syukuran. Berkembangnya media sosial membuat pertunjukan Jathilan semakin mudah diakses oleh masyarakat luas. Video-video Jathilan yang menarik banyak beredar di media sosial dan menarik minat generasi muda.


Dapat dilihat dari hasil pengamatan yang telah dilakukan bahwa didesa Kadirojo Purwomartani Kalasan Sleman, kesenian Jathilan di Desa tersebut sangatlah mengantusias warga-warganya, mulai dari kalangan anak anak bahkan sampai orang tua pun ikut serta meramaikan kesenian Jathilan ini. Bahkan sebagian masyarakat juga ikut serta mengikuti pentas seni Jathilan. Setiap akan ada pementasan, seluruh team yang terlibat dengan pementasan tersebut akan berlatih, dari yang mengiringi alat musik sampai penari-penarinya juga ikut serta dalam latihan setiap harinya, dan tidak hanya yang mengiri musik dan penari saja yang mempersiapkan diri untuk menjelang puncak acara.


Tetapi setiap kru juga bertanggung jawab untuk menyiapkan kostum, kuda lumping, gamelan, sajen, dan tempat yang akan dibuat untuk pementasan, setiap penanggung jawab  harus memastikan lagi keadaan apa yang harus disiapakan, tentunya hal ini agar saat berjalannya acara tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Masyarakat tidak hanya sekedar menonton Jathilan saja tetapi, juga dapat meningkatkan UMKM warga sekitar, dikarenakan warga sekitar juga bisa berjualan di lokasi tersebut untuk meningkatkan ekonomi.


Jadi ritual adat seperti Jathilan ini, merupakan warisan budaya Indonesia yang kaya dan mendalam, mencerminkan hubungan manusia dengan alam semesta serta nilai-nilai spiritual dan sosial yang telah diwariskan turun-temurun. Jathilan bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah ekspresi spiritual yang menggabungkan musik gamelan, gerakan dinamis, dan simbolisme yang mendalam. Pertunjukan ini menggambarkan kekuatan, keberanian, dan interaksi antara dunia manusia dan roh halus, yang dihidupkan melalui pengalaman mistis, terutama fenomena kesurupan. 


Jathilan merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Untuk melestarikannya, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun seniman. Jathilan juga bisa membangkitakan jiwa-jiwa seni dan kreatifitas dengan cara ikut serta dalam kesenian tersebut. Dengan terus berinovasi dan mengembangkan Jathilan, kita dapat memastikan bahwa kesenian ini tetap hidup dan relevan di masa depan. Jathilan juga dapat memberi antusias kepada warga yang tinggi untuk meningkatkan silaturahmi setiap warga dan juga membantu bergotong royong. Selain itu, pertunjukan Jathilan tersebut juga bisa meningkatkan UMKM warga sekitar,dikarenakan warga sekiar juga bisa berjualan di acara tersebut.


Keberadaan Jathilan sebagai bagian dari upacara adat dan aksesibilitasnya melalui media sosial menunjukkan relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern. Jathilan berfungsi sebagai medium untuk memperkuat identitas budaya dan rasa kebanggaan terhadap tradisi leluhur. Dengan demikian, Jathilan tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga terus beradaptasi dengan perubahan zaman, menjadikannya sebagai salah satu pilar kekayaan budaya Indonesia.[]

Penulis :

Salma Nurarifa Syahrani, mahasiswa Ilmu Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Pendidikan Kimia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

×
Berita Terbaru Update