TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Sebanyak 62 ekor tukik (bayi penyu), Kamis (10/1), dilepasliarkan di Pantai Gampong Keude Panga, Aceh Jaya. Pelepasan tukik tersebut dilakukan Kelompok Konservasi Penyu Aron Meubanja, mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Aron Meubanja, Murniadi alias Dedi Penyu, dalam pernyataan tertulisnya kepada Serambi, kemarin, mengatakan, kegiatan ini merupakan penetasan pertama di musim ini. Selain yang dilepasliarkan kemarin, masih ada beberapa sarang penyu yang sudah direlokasi, menunggu waktu menetas. “Salah satu jenis penyu yang bersarang di pantai pasir Panga adalah Penyu Belimbing yang sudah sangat langka. Selebihnya Penyu Lekang,” ujarnya.
Dikatakan, pelepasliaran bayi penyu itu dilakukan secara sukarela dengan tujuan untuk mengedukasi dan mengampanyekan kepada generasi muda Aceh tentang pentingnya pelestarian satwa penyu di tengah maraknya perburuan terhadap telur-telur penyu. Karena itulah, sambung Murniadi, pihaknya masih terus melakukan monitoring di malam hari dengan harapan masih bisa menyelematkan telur-telur penyu dari perburuan. “Kami menjaga kawasan ini agar telur penyu tidak diburu,” imbuh Murniadi.
Di samping itu, pihaknya juga mengharapkan adanya penegakan hukum terhadap pemburu telur penyu. Menurutnya, Balai Konservasi Suber Daya Alam (BKSDA) harus dapat menegakkan aturan tersebut dengan mengeluarkan larangan perburuan telur penyu di Pantai Gampong Keude Panga.
Selain itu, pihaknya juga mengharapkan masyarakat dapat mengurangi konsumsi telur penyu dan jangan percaya terhadap mitos yang menyebutkan bahwa telur penyu mengandung khasiat tertentu dan dapat meningkatkan vitalitas pria. “Kualitas terlur ayam kampung dan bebek lebih baik dari pada telur penyu. Mari kita selamatkan penyu di Aceh Jaya dan Aceh secara keseluruhan,” ajak Dedi Penyu. [] SERAMBINEWS
![]() |
Foto : Serambinews |
Dikatakan, pelepasliaran bayi penyu itu dilakukan secara sukarela dengan tujuan untuk mengedukasi dan mengampanyekan kepada generasi muda Aceh tentang pentingnya pelestarian satwa penyu di tengah maraknya perburuan terhadap telur-telur penyu. Karena itulah, sambung Murniadi, pihaknya masih terus melakukan monitoring di malam hari dengan harapan masih bisa menyelematkan telur-telur penyu dari perburuan. “Kami menjaga kawasan ini agar telur penyu tidak diburu,” imbuh Murniadi.
Di samping itu, pihaknya juga mengharapkan adanya penegakan hukum terhadap pemburu telur penyu. Menurutnya, Balai Konservasi Suber Daya Alam (BKSDA) harus dapat menegakkan aturan tersebut dengan mengeluarkan larangan perburuan telur penyu di Pantai Gampong Keude Panga.
Selain itu, pihaknya juga mengharapkan masyarakat dapat mengurangi konsumsi telur penyu dan jangan percaya terhadap mitos yang menyebutkan bahwa telur penyu mengandung khasiat tertentu dan dapat meningkatkan vitalitas pria. “Kualitas terlur ayam kampung dan bebek lebih baik dari pada telur penyu. Mari kita selamatkan penyu di Aceh Jaya dan Aceh secara keseluruhan,” ajak Dedi Penyu. [] SERAMBINEWS