TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh akan menyalurkan kartu nikah kepada pasangan yang baru menikah. Penyaluran itu akan mulai dilakukan tahun depan.
“Sesuai arahan Dirjen Bimas Islam apabila sudah dapat aturannya dan juknisnya, kita siap untuk menyalurkannya tahun depan. Banda Aceh menjadi pilot project dalam penyaluran kartu nikah ini. Selanjutnya akan berjalan ke kabupaten/kota lainnya,” kata Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Hamdan MA kepada wartawan di sela rapat koordinasi (rakor) Bimas Islam se-Aceh, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (1/12).
Dia menambahkan, semua pasangan yang baru menikah akan mendapatkan kartu nikah secara gratis, dan tidak ada penambahan biaya apapun. Dikatakan, kartu nikah diberikan bersamaan dengan buku nikah kepada masing-masing pasangan.
Sementara Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof Dr Muhammadiyah Amin MA yang juga hadir dalam rakor tersebut menyampaikan, kartu nikah merupakan inovasi sederhana dari Bimas Islam. Menurutnya, penggunaan buku nikah banyak yang berkaitan dengan administrasi seseorang seperti untuk mendapatkan pinjaman di bank, serta pengurusan paspor di Imigrasi.
“Dan sekarang di hotel-hotel syariah, di mana ketika seseorang membawa perempuan diminta buku nikah, dan banyak hal lainnya. Maka dari itu, kami dari Bimas Islam terkait perkawinan disamping memberikan buku nikah, kami juga berinovasi memberikan kartu nikah,” katanya.
Ia menegaskan, kartu nikah bukanlah pengganti buku nikah, tetapi menambah penggunaannya. Yang dibawa kemanapun adalah kartu nikah, sementara buku nikah tetap disimpan di rumah.
Muhammadiyah Amin menjelaskan, pada kartu nikah itu terdapat foto suami dan istri, serta barcode yang dapat discan berisi informasi tanggal lahir, dan tanggal nikah. “Orang-orang penting menanggapinya positif, termasuk Pak Jusuf Kalla mengatakan itu efisien, bagus. Namun ada juga yang mengatakan itu pemborosan uang negara. Padahal itu bukan merupakan pemborosan karena manfaatnya besar,” demikian katanya.
Rakor yang dibuka Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh, diikuti 85 peserta terdiri atas Kasubbag TU, Kasi Bimas, Kasi Penyelanggaraan Syariah Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh, ketua forum kepala KUA kecamatan tiap kabupaten/kota. [] SERAMBINEWS
![]() |
Foto : Serambinews |
Dia menambahkan, semua pasangan yang baru menikah akan mendapatkan kartu nikah secara gratis, dan tidak ada penambahan biaya apapun. Dikatakan, kartu nikah diberikan bersamaan dengan buku nikah kepada masing-masing pasangan.
Sementara Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof Dr Muhammadiyah Amin MA yang juga hadir dalam rakor tersebut menyampaikan, kartu nikah merupakan inovasi sederhana dari Bimas Islam. Menurutnya, penggunaan buku nikah banyak yang berkaitan dengan administrasi seseorang seperti untuk mendapatkan pinjaman di bank, serta pengurusan paspor di Imigrasi.
“Dan sekarang di hotel-hotel syariah, di mana ketika seseorang membawa perempuan diminta buku nikah, dan banyak hal lainnya. Maka dari itu, kami dari Bimas Islam terkait perkawinan disamping memberikan buku nikah, kami juga berinovasi memberikan kartu nikah,” katanya.
Ia menegaskan, kartu nikah bukanlah pengganti buku nikah, tetapi menambah penggunaannya. Yang dibawa kemanapun adalah kartu nikah, sementara buku nikah tetap disimpan di rumah.
Muhammadiyah Amin menjelaskan, pada kartu nikah itu terdapat foto suami dan istri, serta barcode yang dapat discan berisi informasi tanggal lahir, dan tanggal nikah. “Orang-orang penting menanggapinya positif, termasuk Pak Jusuf Kalla mengatakan itu efisien, bagus. Namun ada juga yang mengatakan itu pemborosan uang negara. Padahal itu bukan merupakan pemborosan karena manfaatnya besar,” demikian katanya.
Rakor yang dibuka Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh, diikuti 85 peserta terdiri atas Kasubbag TU, Kasi Bimas, Kasi Penyelanggaraan Syariah Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh, ketua forum kepala KUA kecamatan tiap kabupaten/kota. [] SERAMBINEWS