Notification

×

Iklan

Iklan

Ironis "Anak Macan" Penjaga Pamping Sumur PT Pertamina Kerja 24 Jam Terima Upah Rp 800 Perbulan

Selasa, 16 Oktober 2018 | Oktober 16, 2018 WIB | 0 Views Last Updated 2018-10-17T03:15:36Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, KARANG BARU -- Di bawah tercatat sejak awal Oktober 2018 hingga dengan hari ini, para pekerja lepas yang menjaga sumur Minyak Pam Ping (Besi Angguk Angguk) milik PT. Pertamina Rantau mogok kerja, disebabkan upah yang mereka terima hanya berkisar Rp600 s/d Rp800 ribu rupiah perbulannya, sementara beban tanggungjawab yang mereka hadapi lebih besar daripada pekerja kontrak (Pekarya) ditempat itu. Selasa (16/10).

Foto : Ilustrasi
Demikian dikatakan oleh sejumlah Anak Macan (sebutan untuk pekerja buruh lepas) yang menjaga sumur minyak milik PT. Pertamina, yang sengaja datang menemui TamiangNews.com, Selasa (16/10).

Menurut para anak macan itu, sejak bulan ini kami sudah tidak kerja untuk menjaga sumur pamping, bayangkan saja sendiri, kami dipaksa bekerja 24 jam, kami harus siap terjun ke dalam semak-semak berlumpur untuk mengetahui apakah ada kebocoran pipa minyak yang sengaja dirusak oleh para illegal tapping pada jalur pipa.

Sementara para Satpam (Security) atau para Pekarya yang jelas-jelas lebih besar honornya dibandingkan kami hanya tau perintah-perintah dan tunjuk-tunjuk saja, kami yang harus turun kedalam semak-semak berlumpur itu padahal air lumpur itu bercampur kondensat akan terasa gatal dikulit, sementara kami sendiri tidak disediakan pengamanan seperti sapatu dan mantel (jas hujan), merekalah ada memilikinya, ungkap mereka.

Semetara itu Asisten Manejer PT Pertamina EP Rantau Fandi Prabudi yang sedang berada di Pakanbaru mengikuti Kegiatan SSK ketika dihubungi Realitas melalui WhatsApp, mengakui tidak mengetahui adanya persoalan itu, karena itu bukan bidang dia masalah itu dibawah security, "Gak tau saya pak Rohman, pamas itu dibawah security," balasnya singkat. [] TN-W007
×
Berita Terbaru Update