TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Berdasarkan hasil rapat, panitia turnamen sepakbola Kapolres Aceh Tamiang Cup II memutuskan mendiskualifikasi tim Babo Star FC dan tim Bogak Seruway FC karena melakukan manipulasi data salah satu pemain.
"Kedua tim terbukti melanggar aturan dan melanggar kesepakatan bersama yang telah disepakati dalam tehnical meeting, yang melarang tim melakukan manipulasi data pemain. Salah satu pemain Babo Star FC bermain dengan menggunakan KTP atas nama orang lain. Sedangkan salah satu pemain Bogak FC menggunakan surat keterangan dari Disdukcapil namun kartu keluarganya milik orang lain dan tidak tertera namanya", kata Ketua Panitia Pelaksana Iptu Ferdian Chandra kepada TamiangNews, Kamis (11/5/2017).
Menurutnya, persoalan ini terjadi setelah wasit meniup peluit akhir, manajemen tim Bogak melakukan protes karena diduga salah satu pemain Babo Star FC menggunakan KTP orang lain agar bisa bermain.
Akibat protes tersebut terjadi kisruh di lapangan dan mengharuskan panitia turut ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan. Ketika panitia ingin menyelesaikan persoalan, tim Babo Star FC juga melakukan protes karena diduga salah satu pemain tim Bogak FC bukan penduduk Kabupaten Aceh Tamiang. Akibat terjadi saling protes, panitia memerintahkan kedua tim untuk pulang dan panitia akan melakukan rapat internal untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Setelah melakukan rapat, panitia memutuskan untuk mendiskualifikasi kedua tim karena terbukti melanggar dan selanjutnya panitia telah memberi tahukan hasil keputusan rapat kepada manajemen kedua tim", jelas Iptu Ferdian Chandra. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)
"Kedua tim terbukti melanggar aturan dan melanggar kesepakatan bersama yang telah disepakati dalam tehnical meeting, yang melarang tim melakukan manipulasi data pemain. Salah satu pemain Babo Star FC bermain dengan menggunakan KTP atas nama orang lain. Sedangkan salah satu pemain Bogak FC menggunakan surat keterangan dari Disdukcapil namun kartu keluarganya milik orang lain dan tidak tertera namanya", kata Ketua Panitia Pelaksana Iptu Ferdian Chandra kepada TamiangNews, Kamis (11/5/2017).
Menurutnya, persoalan ini terjadi setelah wasit meniup peluit akhir, manajemen tim Bogak melakukan protes karena diduga salah satu pemain Babo Star FC menggunakan KTP orang lain agar bisa bermain.
Akibat protes tersebut terjadi kisruh di lapangan dan mengharuskan panitia turut ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan. Ketika panitia ingin menyelesaikan persoalan, tim Babo Star FC juga melakukan protes karena diduga salah satu pemain tim Bogak FC bukan penduduk Kabupaten Aceh Tamiang. Akibat terjadi saling protes, panitia memerintahkan kedua tim untuk pulang dan panitia akan melakukan rapat internal untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Setelah melakukan rapat, panitia memutuskan untuk mendiskualifikasi kedua tim karena terbukti melanggar dan selanjutnya panitia telah memberi tahukan hasil keputusan rapat kepada manajemen kedua tim", jelas Iptu Ferdian Chandra. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)