TamiangNews.com, BANDA ACEH - Pengangguran di Aceh tahun 2015, tercatat 270 ribu dan jumlah itu dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga berbagai terobosan pun terus dilakukan oleh Pemerintah Aceh untuk mengatasi lonjakan itu dengan merangkul para stakeholder dalam dan luar negeri.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Kadisnakermobduk) Aceh, Kamaruddin Andalah SSos MSi, usai menghadiri workshop tantangan dan peluang kerja di luar negeri yang diadakan PT Tebar Insan Mandiri, di RSU Cut Mutia, Banda Aceh, Sabtu (24/9). “Berdasarkan data BPS Aceh tahun 2015, jumlah pengangguran di Provinsi Aceh mencapai 270 ribu ornag,” kata Kamaruddin.
Pemerintah Aceh lanjutnya, terus berupaya menekan pengangguran dengan melaksanakan pogram kolaborasi melibatkan para pihak, mulai Balai Latihan Kerja (BLK), perguruan tinggi serta lembaga penyalur tenaga kerja baik dalam maupun luar negeri. “Program ini yang sedang gencar dilaksanakan oleh Pak Gubernur Aceh, salah satunya bekerja sama dengan penyalur tenaga kerja dalam maupun luar negeri, baik itu bekerja sebagai tenaga pemagangan maupun yang sifatnya permanen untuk ditempatkan di perusahaan-perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu Jepang membutuhkan ribuan pekerja jasa konstruksi dari Aceh untuk persiapan pembangunan berbagai prasarana dan sarana penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.
Untuk saat ini Pemerintah Aceh sedang membangun kerja sama dengan sistem pola pemagangan dan permanen, seperti Amerika, Australia, dan Timur Tengah. “Pemerintah Aceh telah meminta penambahan kuota tenaga kerja untuk Aceh dari Menteri Tenaga Kerja dan Alhamdulillah permintaan itu akan direalisasi,” pungkas Kamaruddin.
Direktur PT Tebar Insan Mandiri, Fuady Azlin menyebutkan, lembaga Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) berbadan hukum baru satu-satunya yang lahir di Aceh dan telah memperoleh izin dari Pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan penempatan TKI di luar negeri.
Ia mengatakan PPTKIS PT Tebar Insan Mandiri yang digagas oleh mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ir Azwar Abubakar MM itu dalam waktu dekat akan mengirim sebanyak 50 tenaga medis Aceh ke Arab Saudi. Mereka yang dikirim ke sana telah memiliki pengalaman kerja selama dua tahun. “Pengiriman akan segera dilaksanakan dan tinggal menunggu wawancara. Untuk saat ini baru kita satu-satunya yang bisa langsung mengirim tenaga kerja ke luar negeri,” sebutnya. [] Serambinews, Foto : Ilustrasi
Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Kadisnakermobduk) Aceh, Kamaruddin Andalah SSos MSi, usai menghadiri workshop tantangan dan peluang kerja di luar negeri yang diadakan PT Tebar Insan Mandiri, di RSU Cut Mutia, Banda Aceh, Sabtu (24/9). “Berdasarkan data BPS Aceh tahun 2015, jumlah pengangguran di Provinsi Aceh mencapai 270 ribu ornag,” kata Kamaruddin.
Pemerintah Aceh lanjutnya, terus berupaya menekan pengangguran dengan melaksanakan pogram kolaborasi melibatkan para pihak, mulai Balai Latihan Kerja (BLK), perguruan tinggi serta lembaga penyalur tenaga kerja baik dalam maupun luar negeri. “Program ini yang sedang gencar dilaksanakan oleh Pak Gubernur Aceh, salah satunya bekerja sama dengan penyalur tenaga kerja dalam maupun luar negeri, baik itu bekerja sebagai tenaga pemagangan maupun yang sifatnya permanen untuk ditempatkan di perusahaan-perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu Jepang membutuhkan ribuan pekerja jasa konstruksi dari Aceh untuk persiapan pembangunan berbagai prasarana dan sarana penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.
Untuk saat ini Pemerintah Aceh sedang membangun kerja sama dengan sistem pola pemagangan dan permanen, seperti Amerika, Australia, dan Timur Tengah. “Pemerintah Aceh telah meminta penambahan kuota tenaga kerja untuk Aceh dari Menteri Tenaga Kerja dan Alhamdulillah permintaan itu akan direalisasi,” pungkas Kamaruddin.
Direktur PT Tebar Insan Mandiri, Fuady Azlin menyebutkan, lembaga Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) berbadan hukum baru satu-satunya yang lahir di Aceh dan telah memperoleh izin dari Pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan penempatan TKI di luar negeri.
Ia mengatakan PPTKIS PT Tebar Insan Mandiri yang digagas oleh mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ir Azwar Abubakar MM itu dalam waktu dekat akan mengirim sebanyak 50 tenaga medis Aceh ke Arab Saudi. Mereka yang dikirim ke sana telah memiliki pengalaman kerja selama dua tahun. “Pengiriman akan segera dilaksanakan dan tinggal menunggu wawancara. Untuk saat ini baru kita satu-satunya yang bisa langsung mengirim tenaga kerja ke luar negeri,” sebutnya. [] Serambinews, Foto : Ilustrasi