TamiangNews.com, BANDA ACEH - Lifter Aceh menyabet 9 medali terdiri atas 4 perak dan 5 perunggu dalam Kejuaraan Angkat Besi Internasional Piala Raja Egat Ke-XIV dan Piala Ratu Egat ke X. Kedua even ini digelar 4-10 Mei di Nakhonratchasima City, Municipality Stadium, Thailand.
Atlet binaan Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Berat, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABBSI) Aceh ini telah tampil maksimal di kota kelahiran Raja Thailand.
Pelatih PABBSI Aceh, Effendi Eria kepada Serambi kemarin mengatakan, dalam even tingkat Asia ini Aceh mengirim lima lifter. Lifter Aceh Surahmat, berhasil meraih 2 perak nomor clean and jerk dan total angkatan.
Kemudian satu perunggu di nomor snatch dan total angkatan Surahmat 264 Kg. Sedangkan M Zulhilmi menyumbang 2 perak di nomor clean and jerk dan total angkatan. Jumlah total angkatan M Zulhilmi mencapai 297 Kg.
Prestasi membanggakan ditoreh oleh lifter putri Aceh lainnya, Nurul Akmal. Semangat tinggi Nurul Akmal mampu menyumbang 3 perunggu di nomor snatch, clean and jerk, dan total angkatan.
Sedangkan total angkatan Nurul Akmal seberat 221 Kg. Sedangkan lifter putri Aceh lainnya, Meutia Putri (kelas 48 Kg) berhasil menempati posisi posisi empat dengan total angkatan 140 Kg.
“M Zulhilmi sebenarnya kategori junior, tapi kita mainkan di kategori senior. Umurnya 19 tahun, masih kategori junior, tapi prestasinya sudah setara senior. Surahmat kelas 62 Kg, dia spesialis 56, tapi disini kita mainkan di kelas 62. Kejuaraan level internasional tersebut ini diikuti Aceh, Lampung, Riau, Sumut,” ujar Effendi Eria yang menangani tim Aceh bersama Pelatih Kepala PABBSI Aceh Sori Enda Nasution.
Medali Indonesia di kategori senior hanya disumbangkan oleh atlet dari PABBSI Aceh, yaitu 4 perak, dan 5 perunggu. Sedangkan untuk medali emas Indonesia hanya disumbangkan oleh kategori pelajar, yaitu 3 emas oleh atlet dari Lampung.
Kejuaraan ini diikuti oleh Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Singapore, dan Indonesia. Para lifter Aceh tiba di Aceh, Kamis (12/5) pagi.
Sumber : Serambinews
Atlet binaan Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Berat, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABBSI) Aceh ini telah tampil maksimal di kota kelahiran Raja Thailand.
Pelatih PABBSI Aceh, Effendi Eria kepada Serambi kemarin mengatakan, dalam even tingkat Asia ini Aceh mengirim lima lifter. Lifter Aceh Surahmat, berhasil meraih 2 perak nomor clean and jerk dan total angkatan.
Kemudian satu perunggu di nomor snatch dan total angkatan Surahmat 264 Kg. Sedangkan M Zulhilmi menyumbang 2 perak di nomor clean and jerk dan total angkatan. Jumlah total angkatan M Zulhilmi mencapai 297 Kg.
Prestasi membanggakan ditoreh oleh lifter putri Aceh lainnya, Nurul Akmal. Semangat tinggi Nurul Akmal mampu menyumbang 3 perunggu di nomor snatch, clean and jerk, dan total angkatan.
Sedangkan total angkatan Nurul Akmal seberat 221 Kg. Sedangkan lifter putri Aceh lainnya, Meutia Putri (kelas 48 Kg) berhasil menempati posisi posisi empat dengan total angkatan 140 Kg.
“M Zulhilmi sebenarnya kategori junior, tapi kita mainkan di kategori senior. Umurnya 19 tahun, masih kategori junior, tapi prestasinya sudah setara senior. Surahmat kelas 62 Kg, dia spesialis 56, tapi disini kita mainkan di kelas 62. Kejuaraan level internasional tersebut ini diikuti Aceh, Lampung, Riau, Sumut,” ujar Effendi Eria yang menangani tim Aceh bersama Pelatih Kepala PABBSI Aceh Sori Enda Nasution.
Medali Indonesia di kategori senior hanya disumbangkan oleh atlet dari PABBSI Aceh, yaitu 4 perak, dan 5 perunggu. Sedangkan untuk medali emas Indonesia hanya disumbangkan oleh kategori pelajar, yaitu 3 emas oleh atlet dari Lampung.
Kejuaraan ini diikuti oleh Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Singapore, dan Indonesia. Para lifter Aceh tiba di Aceh, Kamis (12/5) pagi.
Sumber : Serambinews